Dalam dunia publikasi ilmiah, ISSN merupakan salah satu identitas penting yang perlu diketahui oleh penulis, pengelola jurnal, maupun akademisi. ISSN sering ditemukan pada halaman utama jurnal, sampul terbitan, atau informasi bibliografi artikel ilmiah. Namun, apa sebenarnya ISSN dan apa perbedaan E-ISSN dengan P-ISSN?
ISSN (International Standard Serial Number) adalah nomor standar internasional yang digunakan untuk mengidentifikasi publikasi berseri, seperti jurnal ilmiah, majalah, dan terbitan berkala lainnya.
ISSN terdiri atas delapan digit angka yang ditulis dalam format empat angka, tanda hubung, kemudian empat angka. Contohnya, 1234-5678 (sekadar contoh format, bukan nomor ISSN jurnal tertentu).
ISSN berfungsi sebagai identitas publikasi berseri sehingga suatu jurnal lebih mudah dikenali dan dibedakan dari publikasi lainnya. Namun, kepemilikan ISSN tidak secara otomatis menunjukkan bahwa jurnal tersebut telah terakreditasi atau bereputasi.
ISSN memiliki beberapa jenis berdasarkan media penerbitannya. Dua jenis yang paling umum dijumpai pada jurnal ilmiah adalah E-ISSN dan P-ISSN.
E-ISSN adalah nomor ISSN yang diberikan untuk publikasi berseri dalam format elektronik atau digital. Pada jurnal ilmiah, E-ISSN umumnya digunakan untuk versi jurnal yang diterbitkan secara daring melalui situs jurnal atau platform publikasi elektronik.
P-ISSN adalah nomor ISSN yang digunakan untuk publikasi berseri dalam format cetak. Pada jurnal ilmiah, P-ISSN mengidentifikasi versi jurnal yang diterbitkan dalam bentuk fisik atau tercetak.
Dengan demikian, perbedaan utama E-ISSN dan P-ISSN terletak pada media penerbitannya, bukan pada kualitas atau peringkat jurnal.
Ya. Satu jurnal dapat memiliki E-ISSN dan P-ISSN sekaligus apabila diterbitkan dalam dua media, yaitu elektronik dan cetak. Masing-masing versi memiliki nomor ISSN tersendiri.
Namun, jurnal yang hanya diterbitkan secara elektronik tidak harus memiliki P-ISSN. Begitu pula, jurnal yang hanya diterbitkan dalam bentuk cetak tidak otomatis memiliki E-ISSN.
Tidak. ISSN merupakan identitas publikasi berseri, sedangkan akreditasi merupakan status yang diperoleh melalui proses penilaian berdasarkan kriteria tertentu.
Artinya, jurnal yang telah memiliki E-ISSN atau P-ISSN belum tentu terakreditasi SINTA. Penulis tetap perlu memeriksa status akreditasi melalui sumber resmi apabila ingin memastikan peringkat jurnal.